Pemborong yang Pernah jadi Pebalap Liar

pekakota.or.id – Jangan menilai barang-barang bekas itu tak berharga. Justru, barang bekas kadang bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah. Budi Cahyono adalah satu dari sekian orang yang memetik rezeki dari barang-barang bekas. Kini, setiap ada informasi tentang rumah yang hendak dibongkar, atau siapa pun yang mau menjual perabotan bekas rumah tangga, Budi siap menerimanya.
Tak tanggung-tanggung, Budi siap memborong barang tersebut berapa pun jumlahnya. Dari kayu bekas, besi, alat kantor, buku, hingga barang pecah belah. Semua itu baginya adalah sumber penghasilannya. Dari barang-barang yang dibrongnya, ia bisa menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi. Selisih dari penjualan itulah keuntungannya. Hingga kini, warga kampung Purwodinatan mengenal Budi sebagai pemborong.
Budi tak pernah menduga bakal jadi pemborong seperti saat ini. Pada mulanya, selepas menyelesaikan pendidikan di STM 1 Dr. Cipto, Budi tak tahu mau bekerja apa. Saat itu, Budi adalah seorang slanker (penggemar kelompok musik Slank). Selain itu, lelaki humoris kelahiran Semarang, 22 Juli 1979 ini punya kegemaran balap motor. Hal itu membuatnya gemar berkumpul dengan teman-teman yang juga sama-sama penggemar kelompok musik Slank dan pecinta balap motor.
Persahabatan dengan idola yang sama, juga dengan kegemaran pada otomotif, membuat Budi betah berkumpul bersama teman-temannya satu klub motor. Tak heran bila akhirnya Budi ikut pula turun ke jalananan sebagai pembalap liar. Hari-harinya saat itu memang selalu diisi dengan balap liar. Ia kerap turun balap, bertanding dengan pebalap dari kelompok lain. Ia masih ingat ketika saat itu, menggunakan motor Honda Grand, ia berhasil mengalahkan pesaing-pesaingnya sesam pecinta balap. Tak jarang, Budi kerap dijagokan menjadi joki bagi motor-motor yang ditandingkan.

 

Facebooktwitter
Previous Article

Menjaga Silaturahmi Warga Lewat Pengajian

Next Article

Cicipi Bui Dianggap Dirikan Ekstrim Kanan