Ketua RT Kontrak

pekakota.or.id – Jika ada kawin kontrak, maka jangan heran bila ada ketua RT kontrak. Di kelurahan Purwodinatan, terutama  di kampung Jurnatan RT 3 RW 2.  Agung Kurniawan dikontrak selama satu tahun untuk menjadi ketua RT. Semua berawal saat terjadi rapat kepengurusan RT. Ketua RT sebelumnya, dianggap kurang, bahkan tidak memiliki inisiatif untuk membina warganya. Minimal, menyadari posisinya sebagi ketua RT, sehingga jika ada keperluan warga yang ingin menurus administrasi tak perlu bingung.

Demi mengurusi permasalahan tersebut, maka dipilihlah ketua RT sementara, pengganti sebelum pemilihan resmi per tiga tahunan. Pilihan jatuh itu pada Agung, yang pada saat itu hadir dalam rapat RT. Namun, mengingat kesibukan Agung sebagai distributor buku-buku sekolahan, di mana jadwal kerjanya kerap membuatnya pulang malam, maka Agung minta hanya dijadikan ketua RT selama satu tahun saja, mengisi kekosongan. Putusan pun disepakati.

Maka tak keliru jika Agung belum punya gambaran yang luas mengenai permasalahan-permasalahan apa saja yang terjadi di warganya. Namun, meski belum beberapa lama memimpin RT, ada beberapa hal terkait warganya yang bisa ia ceritakan. Misalnya, Agung dengan mudah bisa menyebut bahwa hubungan antara pihak kelurahan dengan warga dianggapnya kurang lancar. Informasi antara keduanya dirasa kurang terjalin. Agung menilai, seharusnya dari pihak kelurahan tidak hanya mengumpulkan warganya di saat ada keperluan saja. Tetapi ketika sedang tidak ada keperluan pun sebaiknya pertemuan tetap dilakukan.

Menurut lelaki tambun kelahiran Semarang, 19 April 1977 ini, meski ada kurang komunikasi dengan pihak kelurahan, baginya, warganya termasuk jarang terjadi permasalahan. Meski belum ada pertemuan rutin di kampungnya, setiap mau diadakan kegiatan, warganya enteng saja melakukan pertemuan. Jadi menurut Agung tak jadi masalah bila tidak ada pertemuan rutin, asalkan setiap ada agenda tertentu warga siap untuk aktif bergerak bersama.

Agung adalah putra kampung Purwodinatan. Sejak lahir ia hidup di kampung ini. Setamat sekolah menengah, tepatnya di SMK 2 Semarang, Agung diterima bekerja sebagai distributor buku. Pekerjaan tersebutlah yang kini ia geluti. Jadwal yang padat serta waktu kerja yang kadang hingga larut malam, karena mesti mengantar buku-buku ke sekolahan, membuat waktu senggangnya ia gunakan sepenuhnya untuk ketiaga anaknya.

Lelaki berkulit agak gelap, serta penyuka konser musik ini berharap, potensi kampung Jurnatan, sekaligus Purwodinatan, bisa dimaksimalkan. Pasalnya, tak jauh dari kampungnya dekat dengan kampung pecinan, di mana klenteng klenteng yang kerap dikunjungi para wisatawan. Dan, kampungnya selalu dilewati para wisatawan tersebut. Apabila potensi SDM warga kampung bisa dipacu, tentu bukan tak mungkin bisa menjadi peluang usaha kreatif bagi warganya.
Hasil dari kreatifitas warga tentunya bisa dijajakan di sepanjang jalan yang dilalui para wisatawan tersebut. Tetapi Agung sadar, keinginannya tersebut tentu tidak mudah. Apalagi di samping jabatannya sebagai ketua RT yang hanya satu tahun. Maka, ketika tim Hysteria datang, ia berharap kampungnya bisa seperti kampung Bustaman yang berhasil digali potensi warga sekaligus potensi kampungnya. (Widyanuri EP)

Facebooktwitter
Previous Article

Ketua RT Yang Low Profile

Next Article

Juru Damai Warga Kampung