Yang Melegenda

Yang Melegenda

Lelaki tua itu duduk di kursi roda didalam  rumahnya yang terlihat rapi. Sudah sejak beberapa bulan yang lalu beliau tidak bisa berjalan  karena penyakit stroke. Ditemani istrinya yang masih terlihat cantik di usia senjanya, Beliau banyak bercerita tentang Kampung Karangsari dahulu. Walaupun beliau susah untuk berbicara karena lidahnya masih kaku, namun terlihat beliau begitu antusias dengan cerita tentang kampung kebanggaannya tersebut.

Mereka menyebutnya Widi atau warga sekitar memanggilnya Pak Widi.  Beliau adalah orang yang sangat berpengaruh sekaligus sangat dihormati di kampungnya. Di usianya yang sudah menginjak umur 67 tahun, beliau termasuk orang yang sangat modern. Terbukti dengan keaktifan beliau di media sosial serta melek teknologi. Lelaki kelahiran Temanggung, 14 september 1950 ini sangat menyukai musik. Beliau sangat tertarik dengan berbagai aliran musik seperti gamelan, kroncong, solo orgent dan lain-lain. “dulu punya alat musik banyak mbak, namun belum lama ini banyak yang saya jual” jelas wanita yang terlihat cantik dengan daster seperti layaknya ibu rumah tangga lainnya”.   Bahkan suaminya pernah diminta oleh Bapak Walikota saat itu yaitu Pak Sutrisno untuk menjamu tamu dari Jepang dengan musik-musik khas indonesia khusunya musik Jawa.

Sejak SD  beliau  mulai pindah dari temanggung ke Kota Semarang, namun awalnya bukan di Karangsari tetapi di Seteran, kemudian pada umur 23 tahun beliau pindah ke Karangsari untuk mencari kontrakan. Seperti kisah cinta romantis, Pak Widi menikahi anak pemilik kosan pada tahun 1973, tepatnya tanggal 15 Juli. Mulai saat itu Beliau akhirnya menetap di kampung karangsari hingga sekarang.

Pak Widi merupakan pensiunan dari DPU Kodya sejak tahun 2006. Lelaki yang memiliki 4 orang anak dan 9 cucu ini memiliki pengaruh yang besar di Karangsari. Beliaulah ketua RT pertama di Karangsari setelah terjadi pemisahan wilayah antara RW 04 dan RW 03. Dengan jabatannya sebagia ketua RW beliau menjadi orang yang sangat dihormati, terbukti dengan lamanya beliau menduduki jabatan sebagai RW sejak tahun 1981 sampai sekitar 1992-an.

Kemampuan intelektual dan kecakapan beliau serta posisinya di pemerintahan, sedikit banyak membantu perjuangan warga Karang Sari dalam mendapatkan haknya, seperti contohnya   sertifikat warga di pemerintahan, hak akan air dan listrik serta jalan.  Beliau masih ingat  saat pertama kali beliau datang ke Kampung Karangsari dimana hanya terdiri dari sekitar lima rumah. Keadaan berubah mulai tahun 1976 dimana mulai banyak warga yang datang dan bertempat tinggal di sana.

Pada tahun 1981 saat terjadi penertiban wilayah di Kampung Karangsari oleh pemerintah, pak Widilah orang yang mengawal proses tersebut. “Wah pada saat itu geger mbak, banyak yang rebutan tanah”,  kenang Pak Widi. Beliau bersama dengan bapak lurah pada saat yaitu Pak Purwoto,  berjuang untuk pendirian wilayah kampung karangsari.

Setelah penertiban  tersebut wilayah  Karangsari belum meiliki air dan listrik. Akhirnya beliau berjuang lagi dengan mengumpulkan iuran warga untuk memasang listrik. Tidak hanya listrik, beliau juga datang ke PDAM supaya air PAM bisa masuk ke Karangsari.  Namun,  pada saat itu aliran PDAM tidak masuk ke semua rumah warga, hanya ada beberapa titik air PDAM di Kampung Karangsari, sehingga warga masih harus berjuang untuk memikul air.

Selesai masalah tanah, listrik dan air, warga mulai meneguhkan tentang jalan. Dimana pada saat itu jalan masih sangat buruk. Akhirnya Pak Widi mengajukan proposal untuk proyek paving jalan kampung dibantu teman-temannya dari DPU. “ya Alhamdulillah saya ikut senang”, kata pak widi menyaksikan perkembangan kampungya saat ini. Tidak heran dengan meihat banyak perjuangan yang dilakukan Pak Widi untuk Kampung Karangsari, beliau menjadi salah satu tokoh penting dan yang dihormati di kampunya. Harapan beliau untuk kampungya saat ini adalah agar masyarakat tetap rukun seperti dulu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply