Utamakan Kebersihan Lingkungan

Utamakan Kebersihan Lingkungan

“Semoga warga menyadari pentingnya lingkungan bersih.”

pekakota.or.id – Hari-hari tua adalah masa di mana manusia lebih memberi diri pada ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Begitulah kiranya Ali Sujalmadi menghabiskan hari-harinya kini. Selain untuk beribadah, Ali juga sepenuhnya membantu warga di Aspol Semarang Utara. Sebagai ketua RT, sudah menjadi tugasnya untuk selalu memberi perhatian, pengarahan, juga meladeni urusan pengantar pada warga saat ada kepentingan tertentu.

Pada suatu kesempatan saya berkesempatan berbincang dengan Ali di rumahnya, Aspol Semarang Utara, Blok B no 38, RT 2 RW VI. Sebelumnya, saya datang ke rumahnya, namun anaknya menceritakan Ali sedang berobat. Benar adanya. Ali mengaku sedang tidak enak badan. Penyakit tua, katanya. Terlihat di tangannya tasbih yang melingkar, dengan gerakan ritmis jari yang teratur. Dari wajahnya nampak ketenangan sekaligus kekhusukan.

Pria kelahiran 30 Juli 1958 ini menetap di kampung asrama polisi Semarang sejak tahun antara 1989-1990, mengikuti penugasan dari satuan tempatnya bekerja. Masa kecilnya dihabiskan di Yogyakarta. Sebelumnya Ali pernah juga ditempatkan di Solo. Di Yogyakarta, selain menjalani tugas, Ali juga berhasil menamatkan sekolahnya di SMA Yayasan Universitas Buruh, sekitar tahun 1982-1983. Maklum saja, Ali mendaftar polisi bermodal ijasah SD.

Di aspol ini, Ali dipercaya sebagai ketua RT sejak tahun 2004. Ada cerita unik saat pengangkatannya sebagai ketua RT. Pada mulanya Ali tak pernah masuk bursa ketua RT. Saat pemilihan, peraih suara terbanyak bukanlah dirinya, bahkan Ali sama sekali masuk suara pilihan warga. Ketua terpilih, setelah diangkat, justru tak pernah menjalani kepemimpinannya secara maksimal. Bahkan terkesan tidak aktif.

Hingga akhirnya, dicarilah pengganti ketua terpilih. Nah, tak tahu dari mana, pilihan justru mengerucut pada Ali. Konon, terpilihnya Ali justru berkat keaktifan sang istri, Endang Sumiarsini, di PKK dan perkumpulan RT lainnya. Ali dipilh sebagai RT justru berkat ketenaran istri. Ali tersenyum tipis mengingat peristiwa tersebut. Hingga hari ini, hampir sebelas tahun, Ali dipercaya memimpin warga RT 2.

Tak keliru pilihan jatuh pada Ali. Berkat kepemimpinannya serta didukung istri, RT 2 mulai kembali aktif dalam perkumpulan. Administrasi mulai dibenahi dengan baik. Buah kepemimpinannya, pada tahun 2014, RT-nya berhasil memenangi lomba bebas jentik-jentik tingkat kecamatan. Ali cukup bangga dengan prestasinya itu. Semua itu tentu tak lepas dari peran istrinya.

Di usianya yang setengah abad lebih ini, Ali masih menyimpan harapan bagi kampungnya. Ia berharap kampungnya bisa tetap guyub dan rukun. Apalagi sebagai tempat hunian para anggota polisi, sepantasnya warga aspol harus bisa memberi contoh bagi kampung yang lain. “Jangan sampai pagar makan tanaman,” ungkap Ali. Maksudnya adalah, jangan sampai para anggota polisi jadi pelanggar.

Untuk itulah Ali mewanti-wanti kepada warga di kampungnya agar senantiasa mawas diri. Lebih baik menyibukkan diri dengan aktifitas positif. Ali mengenang pula masa-masa saat aktif di pelbagai bidang olahraga beladiri, seperti judo, silat, dan perisai diri. Dengan aktif di olahraga, Ali meyakini hal itu sanggup menepis godaan untuk terjerumus pada hal yang neko-neko. Selain itu, warga sepantasnya bisa menjaga kebersihan lingkungan. Karena bagaimanapun, hidup di kota Semarang, dengan ancaman banjir yang terus mengintai, kebersihan adalah keharusan. “Semoga warga menyadari pentingnya lingkungan bersih.” (Widyanuri EP)

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply