Pos Kamling Kebanggaan

Pos Kamling Kebanggaan

 

Pos Kamling sudah barang tentu menjadi sebuah tempat yang penting di lingkungan masyarakat. Pos kamling yang aktif menandakan masih suburnya kepedulian warga akan  lingkungan tempat tinggalnya. Didalamnya terjadi hubungan saling antara yang muda dan yang tua. Semuanya memiliki porsi untuk turut membuat lingkungan tempat tinggalnya layak disebut sebagai hunian yang aman sentosa. Kegiatan menjaga kampung atau yang lebih sering disebut sebagai ronda pun tidak lantas menjadi rutinitas harian saja, semangat gotong royong jelas dimiliki. Secangkir kopi, kacang rebus, dan pisang goreng yang sengaja dibuat oleh para ibu untuk penjaga-penjaga kampung pun menjadi nilai berarti akan turut andilnya warga dalam proses mengamankan kampungnya. Pos kamling pun akan terasa menjadi bagian yang dekat dengan warga ketika di dalamnya warga turut tumbuh, membangunkan harapan dan semangatnya pada sebuah tempat yang bermanifestasi menjadi tempat milik bersama bukan hanya pada mereka yang bertugas menjaga kampung diantara lelap yang nyaman.

Adalah pos kamling milik RT 3, RW 4 Kampung Karangsari, Kelurahan Bongsari yang dibangun dari sejak tahun 1990-an atas dasar prinsip gotong royong. Besar, tinggi, dan berwarna kuning adalah hal pertama yang cukup mecolok dari pos kamling ini. Dari warga dan untuk warga. Ide pembuatan sampai pengerjaan adalah atas inisiasi warga bahkan pembiayaannya pun dikeola warga untuk kemaslahatan bersama. Tidak  dipungkiri kehadiran pemimpin RT kala itu, Pak Parmo memiliki andil yang besar dalam pembentukan serta proses pengerjaan pos kamling ini. Sembilan tahun beliau menjabat menjadi RT, pembenahan pun terus dilakukan. Bahkan, tidak jarang biaya renovasi memakai uang beliau dulu sebelum akhirnya diganti  warga. Kini, ketika beliau tidak menjabat lagi sebagai ketua RT, wargalah yang mengambil peran sepenuhnya untuk pembenahan pos kamling. Swadaya menjadi prinsip di sini, melalui kas rutin yang dikeluarkan setiap bulannya oleh warga, bisa mencukupi kebutuhan kampung. Terakhir, dilakukan pengecetan pada Agustus tahun 2017 ini. Pos kamling adalah contoh satu diantara beberapa bangunan lain yang diiniasi warga, gapura dan pagar besi juga merupakan contoh nyata dari pembangunan yang berhasil diwujudkan.

Masih di area situ, terdapat tanaman obatkeluarga (TOGA) yang masih dimanfaatkan warga untuk mengobati penyakit-penyakit ringan. Belum lama TOGA RT 3 berhasil menjadi juara tiga di tingkat kelurahan.   Lantai pertama pos kamling menjadi tempat untuk dapur umum dan  sedangkan lantai atasnya adalah tempat untuk pertemuan warga, dari mulai bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, selain itu juga terdapat perpustakaan  yang buku-bukunya sebagian besar hasil dari sumbangan dari teman-teman yang disana, juga beberapa orang memberikan dalam bantuk cash untuk dibelanjakan buku. Di perpustakaan anak-anak boleh meminjam buku tanpa dipungut biaya sepeser pun. Keberadaan perpustakaan menjadi hal yang membedakan antara pos kamling RT 3 dengan pos kamling lainnya.

Buku yang jumlahnya belum seberapa ini tetap memikat hati anak-anak untuk membaca ataupun mendengarkan cerita dari kakak-kakak yang membacakan. Melek litrasi ini juga bagian dari langkah untuk membuat anak-anak dekat dengan buku dan pengetahuan, tidak hanya melulu gadget dan gadget. Maka, setiap kamis sore lantai dua pos kamling selalu ramaioleh anak. Tempat yang awalnya hanya dijadikan tempat “melek”, kini ramai dimanfaatkan  warga dan menjadi milik bersama.

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply