Pemuda Pegiat Kampung Karangsari

Pemuda Pegiat Kampung Karangsari

Berikan aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” begitulah salah satu kutipan pidato Ir. Ide,  kreatifitas dan kerja dari calon penerus bangsa yaitu pemuda menjadi kekuatan yang amat sangat penting bagi  perubahan-perubahan yang ingin dilakukan. Dan perubahan yang dilakukan bisa bermula dari hal yang sangat dekat dengan lingkungan tempat tinggal kita, kampung misalnya. Pemuda menjadi tonggak penting perubahan suatu kampung. Walaupun pada kenyataannya tidak banyak pemuda yang memilih bergerak di kampungnya. Mereka yang memilih di jalur ini disebut pemuda pegiat kampung. Siapa mereka?

Pemuda pegiat kampung adalah mereka yang mempunyai minat dan kontribusi untuk terjun langsung terhadap perubahan kampung. Dari merekalah ide-ide kreatif bermunculan. Salah satu pemuda pegiat kampung yang berada di Kampung Karangsari adalah Bahtiar Setiawan, atau biasanya dipanggil mas Bahtiar. Pemuda 28 tahun kelahiran Semarang, 10 Oktober 1989 ini merupaka sudah mulai tertarik dengan kegiatan kmng sejak kecil. Saat anak-anak lain masih sibuk bermain-main, Bahtiar sudah memiliki kepekaan terhadap lingkungannya. Ia ingin mengubah kampungnya menjadi lebih baik. “dahulu kampung saya dicap jelek mbak diluar, soalnya banyak pemuda yang berada di jalur ndak bener” begitulah cerita Bahtiar  mengenang masa-masa kecilnya, dimana saat itu banyak para pemuda yang mengkonsumsi minuman keras dan sangat tidak peduli dengan kampungnya. Karena hal tersebutlah Bahtiar bertekat untuk mengubah kampungnya menjadi lebih baik.

Pemuda alumnus dari Universitas Diponegoro Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prodi Teknologi Hasil  Pangan ini juga tergabung dalam komunitas Gambang Semarang Art Company yang merupakan salah satu wadah bagi masyarakat yang memiliki perhatian dengan kesenian Gambang Semarang, yang terdiri dari kalangan media, seniman. Namun, kesibukannya sama sekali tidak menghentikan niat Bachtiar untuk berbenah dengan kampungnya. Ia bahkan menjadi ketua karang taruna RT 03, Karanfsari.  “Saya berharap warga kampung mempunyai rasa memiliki cinta dengan kampungnya, sehingga jika sudah cinta harapannya lebih care, solid, guyup, rukun di kampung dan warganya” ungkap Bahtiar dengan nada semangat.

i

Sepak terjang Bachtiar diawali dari  tahun 2006-2007. Kala itu Bahtiar manjabat sebagai wakil ketua dari remaja masjid yang produktif melakukan banyak kegiatan positif. Anak terakhir dari lima bersaudara ini, saat ini menginisiasi banyak kegiatan untuk anak-anak Kampung Karangsari bersama dengan  para pemuda lainnya. Mulai dari pembuatan galery mini lengkong sebagai media untuk memeberi ruang pada anak-anak untuk memamerkan hasil karyanya. Para pemuda juga mengalokasikan kegiataan dengan rapi seperti, hari Kamis kelompok belajar, hari Jumat sebagai taman baca dan peminjaman buku di perpustakaan kampung,dua minggu sekali bermain permainan tradisional dan game edukasi setiap ,  sebulan sekali ada pelatihan untuk dan pembuatan isi mading yang merupakan program dari RT. 

Menurutnya ada banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan aktif berkegiaatan dikampung. Yang pertama ibu-ibu PKK sekarang juga tidak mau kalah untuk banyak melakukan. Seperti, melakukan kunjungan di Industri lokal, mengajak adik-adik bermain  game fun dan membuat bazar sederhana. Untuk kegiatan bapak-bapak yang dulunya sangat jarang, dan lebih memilih menghabiskan waktu dengan ngobrol ngalor ngidul tidak jelas, kini menunjukan perubahannya dengan melakukan olahrga pingpong bersama, misalny.

Harapan Bahtiar terbesar untuk kampungnya sendiri adalah  adik-adik yang sempat putus sekolah di Kampung Karangsari bisa bersekolah kambali, namun saat ini Bahtiar sendiri belum mendapat solusi untuk hal tersebut.  Risty

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply