Pekakota Forum 6 : Ajak Warga Peduli Kampung

Pekakota Forum 6 : Ajak Warga Peduli Kampung

Memberdayakan masyarakat tidak harus dimulai dengan penyuluhan, hal terpenting pertama adalah membuat warga itu senang terlebih dahulu. Hal itu disampaikan oleh M Al Gorie (31), warga Jatiwangi, Majalengka saat Pekakota Forum ke enam yang diselenggarakan oleh Pekakota di Purwodinatan dengan tema ‘Inspirator Kampung’, Semarang beberapa waktu lalu. “Kalau sudah senang, warga akan lupa penderitaannya, setelah itu baru bisa diajak berpikir dan berimajinasi tentang kampungnya,” tambahnya.

Di hadapan puluhan warga Purwodinatan, Al Gorie bersama Gatot Subroto (49) warga Stren Kali Surabaya memberikan motivasi  bagaimana seyogyanya membangun kampung. Lain halnya Al Gorie, Gatot menekankan pentingnya kemandirian kampung. Gatot yang sehari-hari tinggal di bantaran sungai mulanya tak mudah untuk meyakinkan pemerintah bahwa warganya mampu memelihara sungai. “Kondisi kami seperti warga di Kampung Pulo Jakarta yang sekarang terusir, menempati tanah illegal dan dianggap sumber masalah,” ujarnya. Namun berkat kegigihannya bersama warga lain sejak tahun 2003 an, kini kampungnya bisa menata diri dan jadi daerah percontohan bahwa masyarakat bisa hidup berdampingan dengan sungai.

Kegiatan inisiasi Pekakota ini merupakan rangkaian program Urbanisme Warga yang baru-baru ini dirilis di Semarang. Kepala Program, Adin, mengatakan program ini disokong Rujak for Urban Studies dan Ford Foundation bersama 7 kota lain Surabaya, Surakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Pontianak, dan Aceh. Mereka berkomitmen untuk memproduksi pengetahuan di masing-masing kota dengan penitikberatan pada warga dan kerja-kerja kolaboratif.

“Kiranya persoalan kota sudah sedemikian rupa sehingga kita butuh banyak perspektif untuk mencari solusi yang lebih baik dan melibatkan sebanyak-banyaknya orang,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Mulyono (44) warga Kampung Petemesan, Purwodinatan, Semarang Tengah, Semarang menyatakan kesediannya untuk terlibat selama untuk kebaikan bersama. “Perbincangan soal kampung ini sangat menarik karena forumnya lebih cair, namun saya akui ini bukan hal yang mudah karena untuk memikirkan keadaan sekitar dibutuhkan orang-orang yang penuh kerelaan,” ujarnya.

Mulyono berharap, kegiatan seperti ini akan terus berjalan dan warganya bisa menyerak informasi inspiratif dan lalu mengamalkannya untuk kebaikan kampung. (Ndang)

Narasumber:

  1. Gatot Subroto (50) warga Bratang Gede 6-i/32, aktif di Stren Kali Surabaya,
  2. Arie Syarifudin (30) warga Jalan Makmur 604, Jatisura, Jatiwangi, Majalengka, 55454 atau akrab dipanggil Gorie
Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply