Panggil saja saya “Inyong”

Panggil saja saya “Inyong”

 

          Banyak orang mengenal tentang kampung Bustaman. Kampung yang identik dengan kuliner gulainya itu saat ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat lewat berbagai kegiatan yang diadakan oleh kampung bustaman. Mulai dari kegiatan tengok bustaman, gebyuran bustaman, dan kegiatan seni budaya lainnya. Ditambah dengan penataan tata ruang dan pengetahuan yang dikemas dalam mural. Banyaknya kegiatan seni budaya yang terselenggara di sana, menaikan nama  Bustaman menjadi kampung yang masif dalan pergerakan. Tentunya, hal ini tak lepas dari peran pemuda kampung bustaman yang mulai aktif berkegiatan di kampungnya.

          Salah satu pemuda pegiat kampung bustaman adalah Aya Arsada atau kebanyakan orang disekitarnya memanggilnya Inyong. Ia merupakan salah satu pemuda pegiat Kampung Bustaman yang aktif dan banyak menyuarakan tentang kampungnya di berbagai kegiatan yang diadakan oleh komunitas Hysteria. Salah satu anggota aktif IRB (Ikatan Remaja Bustaman). Laki-laki yang lahir di semarang tanggal 16 Sepetember 1996 ini mulai aktif berkegiatan dikampungnya bersama dengan komunitas Hysteria yang kebetulan juga melakukan pemberdayaan anak muda berbasis komunitas di Kampung Bustaman sejak tahun 2012.

          Anak pertama dari empat bersaudara  pasangan Sabar dan Erlinda, mengungkapkan keinginannya tentang Kampung Bustaman untuk menjadi kampung yang bersih, aman dan tentram. Unik memang mengingat pemuda 21 tahun ini merupakan salah satu pemuda putus sekolah di Bustaman dan mantan pecandu obat-obatan. sejak kelas 6 SD, Inyong mengalami ketergantungan obat penenang “kasaran”. Untuk mendapatkan uang membeli obat penenang tersebut, Inyong menjadi seorang pengamen pinggir jalan, ia mengamen dari satu warung ke warung lain dan dari jalan satu ke jalan yang lain setiap harinya. Hingga saat umurnya menginjak usia 17 tahun Inyong mulai memutuskan untuk berhenti menggunakan obat penenang. Laki-laki yang memutuskan berhenti sekolah di tahun 2013 lantaran merasa sudah cukup mendapat bekal ilmu, memang sangat menarik untuk diceritakan.

          Kampung  Bustaman memang memiliki angka putus sekolah yang tinggi. Dengan tingkat pendidikan warganya yang rata-rata lulusan SMA dan ligkungan kampung yang sangat padat, banyak permasalahan di kampung, mulai dari masalah lingkungan maupun sosial. Ditambah tipikal masyarakat yang apatis pada permasalahan kampungnya. Maka, melihat hal itu Inyong dan anak-anak muda Kampung Bustaman menginginkan perubahan untuk kampungnya. Bagi Inyong, Kampung Bustaman itu menarik dari segi apapun. Banyak potensi yang ia lihat dikampungnya, mulai dari kuliner, kegiatan warga hingga sejarah tentang kampung bustaman. “ Kampung Bustaman itu menarik dari segi apapun” ungkap Inyong tentang kampung tercintanyaejak bertemu dengan komunitas Hysteria dan berkegiatan.

             Sejak berkegiatan bersama Komunitas Hysteria, lelaki yang dulu sangat pemalu, kini sudah mulai menunjukan keberaniannya. Terbukti saat ini ia sudah mulai banyak aktif berbicara dalam berbagai acara sebagai salah satu pegiat kampung bustaman. Pada tanggal 31 Maret 2017 Inyong pernah menjadi salah satu pembicara dalam acara Peka Kota Forum #25 yang diadakan oleh Komunitas Hysteria dengan mengambil tema tentang “Anak Muda Berbicara Tentang Kampung” di jalan Stonen 29 Bendan Ngisor, Gajah Mungkur, Semarang. saat itu Inyong menjadi salah satu pembicara bersama dengan remaja Kampung Bustaman lainnya, bagaimana peran pemuda sebagai agen perubahan kampung Bustaman.

          Tahun 2017 menjadi tahun dimana Inyong mulai banyak berkegiatan di luar kampung. `Tanggal 4 April 2017 menjadi moment penting dan berharga bagi Inyong karena ia turut serta dalam acara Bhineka Kota yang diadakan oleh Urbanisme Warga di Jakarta. Urbanisme warga sendiri merupakan sebuah wadah untuk komunitas di beberapa kota yang memilki minat sama tentang perkotaan termasuk didalamnya komunitas hysteria dari semarang, Rujak Center dari Jakarta, Banda Aceh – International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) dan berbagai kota lainnya. Inyong menjadi salah satu perwakilan yang dibawa oleh komunitas Hysteria dari Semarang. Ia banyak berbicara tentang kampungnya bersama dengan teman-teman lainnya dari berbagai kota. Terakhir inyong menyuarakan pendapatnya tentang trend kampung pelangi di Semarang yang diadakan dalam acara Peka Kota Forum #28.

          Kini ia merasa senang saat ini kampung Bustaman mulai mengalami banyak perubahan, “berubah karena masyarakat sekarang sedikit tahu tentang sejarah kampung dan sekarang kampung enggak begitu kumuh banget” ungkapnya tentang perubahan KBustaman.  Dengan perubahan yang ada dikampung ini, Inyong dan kawan-kawan lain yang tergabung dalam IRB merasa apa yang dilakukan selama ini sudah mulai membuahkan hasil dan ini membuat mereka lebih semangat untuk melakukan banyak kegiatan demi kemajuan Kampung Bustaman. Risty

 

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply