Karang taruna Krapyak

Karang taruna Krapyak

Sebelum tahun 1990 Kelurahan Krapyak masih menjadi satu dengan Kelurahan Purwoyoso dan Kembang Arum. Kegiatan pemuda masih cukup aktif dan karang taruna berjalan dengan baik. Hingga pada tahun 1990 an terjadi pemekaran dan Krapyak sebagai kelurahan dengan 9 RW berpisah dengan 2 kelurahan yang lain. Setelah kelurahan krapyak berdiri sendiri organisasi kepemudaan seolah-olah teelah mati. Tidak ada kegiatan dari para pemuda. Karang taruna di kelurahan ini pun juga tidak terbentuk. Hingga Pada oktober 2003 seorang pemuda bernama Tri Subekso berinisiatif untuk mengaktifkan kembali karang taruna yang telah menghilang lama sekaligus ia terpilih menjadi ketua karangtaruna di tahun yang sama.

Selama diketuai Tri Subekso, karangtaruna mulai membuat agenda berupa pertandingan futsal antar RW dan komunitas yang ada di kelurahan serta pemutaran film di kampung. Pada tahun 2008, pada acara sumpah pemuda Tri Subekso sebagai ketua karang taruna mengundang komunitas-komunitas seni untuk menggelar pentas di kampungnya. Dari mulai komunitas musik hingga teater. Tri Subekso telah menjabat sebagai ketua karang taruna kelurahan Krapyak selama 7 tahun. Selama masa jabatannya keaktifan karang taruna Krapyak bisa di bilang fluktuatif. Bahkan setelah acara yang ia inisiasi pada tahun 2008 karang taruna yang ia coba bangun kembali justru malah vakum, kembali orang-orang tua yang mengambil inisiasi dalam membuat acara. Sampai pada tahun 2010 ia mengakhiri masa jabatannya sebagai ketua Karang taruna kelurahan Krapyak dengan alasan regenarasi setelah 7 tahun menjabat dan digantikan oleh Dwi.

Pada masa jabatan Dwi keaktifan karang taruna sangat minim. Karang taruna kembali vakum dan tidak ada kegiatan-kegiatan yang menginisiasi pergerakan kepemudaan dan kembalilah orang-orang tua yang mengambil inisiasi dalam membuat acara-acara kampung. Dan ketika ditahun 2012 ada peresmian gapura di RW 04, Tri Subekso yang kala itu telah menjadi pembina karang taruna bersama beberapa warga mengemas peresmian gapura dengan Grebeg Subali. Grebeg Subali juga menampilkan pentas seni dan pembuatan batik khas Subali. Grebeg Subali ini bertujuan untuk lebih menyadarkan warga untuk lebih guyub di kampung dengan acara tersebut. Dari situlah awal mula grebek Subali di mulai. Ditahun yang sama pula ketua karang taruna kelurahan Krapyak Dwi juga telah diganti oleh Afan dengan alasan ketidak aktifan.

Di tahun 2016, karangtaruna mulai bisa mengorganisir acara grebeg subali dengan sudah diberi kepercayaan oleh orang-orang tua di Krapyak. “

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply