GALERY MINI LENGKONG

GALERY MINI LENGKONG

Kampung Karangsari merupakan salah satu kampung yang berada di Kelurahan Bongsari-Semarang Barat. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Semarang. Walaupun hanya terdiri dari satu RW (RW 04) yang memiliki 9 RT,  kampung ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kampung kota di Semarang pada umumnya, yaitu wilayah yang padat dan topografi yang naik turun.

Jika kita berjalan-jalan di Kampung Karangsari ini, banyak terdapat gang-gang kecil, mulai dari gang yang bisa dilewati dengan kendaraan roda dua hingga gang kecil yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Tak banyak yang tahu memang jika Kampung Karangsari ini memiliki sebuah gang yang sangat menarik. Gang tersebut terdapat di tengah  Kampung Karangsari yang hanya memiliki panjang sekitar 10 meter. Diantara tembok bangunan rumah yang mengapit ini, kita akan bisa melihat banyak hal dari Kampung Karangsari. Warga Kampung Karangsari menyebutnya sebagai Galery Mini Lengkong. Lengkong sendiri menurut KBBI berarti pantai laut yang berkeluk- keluk. Namun, warga kampung menggunakan kata lengkong untuk menunjukkan sebuah gang kecil untuk menghubungkan gang-gang yang lebih besar.

anak-anak berfoto di galery mini lengkong

Awalnya banyak cerita mistis yang mewarnai gang Lekong. Nuansa yang gelap dan remang membuat aura mistis gang lekong semakin kuat, ditambah pengakuan beberapa warga yang melihat banyak penampakan. Karena itu pemuda kampung Karangsari memiliki inisiatif untuk mengusir kesan angker dan mistis dari gang ini. Gang Lekong akhirnya disulap menjadi sebuah tempat kratif, memajang karya.

Adalah para pemuda kampung yang memiliki gagasan membuat gang lekong menjadi sebuah galeri mini. “galery mini lengkong ini diharapkan dapat menjadi sarana adik-adik berkreasi dengan karyanya yang kemudian belajar untuk pameran kecil-kecilan dengan menempel karyanya disana” Ide ini berawal dari  kunjungan Bachtiar (27) ke acara Tengok Bustaman (2013). Disana ia melihat bagimana sebuah gang bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk memajang karya seni dan mural di temboknya. Bachtiar merupakan sosok remaja Kampung Karangsari yang juga aktif sebagai ketua karang taruna dan memiliki ketertarikan yang sangat tinggi untuk mengembangkan kampungnya khusunya pada  anak muda.

Dengan dukungan teman-teman dari pemuda Karangsari lainnya, akhirnya pada tahun 2014 mereka memulai pembuatan galey mini lengkong. Mendengar inisiasi anak muda Kampung Karangsari untuk membuat mini galery, bapak-bapak Kampung Karangsari mendukung penuh kegiatan positif mereka dengan membantu mereka membuat galery mini.  Selain itu, anak-anak juga antusias ikut serta membuat mural di tembong ini, serta membantu dalam pemasangan berbagai ornamen galery

Pemuda dan anak-anak Kampung Karangsari juga membuat mural di gang tersebut dengan berbagai motif karakter animasi anak-anak yang penuh dengan warna-warni membuat gang tersebut terlihat ceria dan menjadi spot untuk berfoto, ditambah dengan hiasan tanaman gantung di sisi kanan dan kirinya dengan menggunakan botol bekas, membuat galery mini lengkong ini terlihat semakin manis.

Karya anak-anak yang ditempel

Dengan adanya galery mini lengkong anak-anak kampung dapat memajang hasil karya gambarnya, ini sebagai bentuk apresiasi karya mereka dan memotivasi anak-anak untuk melukis dan mewarnai. Selain itu juga terdapat berbagai foto kegiatan kampung. Mulai dari kegiatan ibu-ibu PKK hingga acra-acara di kampung karangsari serta foto-foto kegiatan kampung karangsari zaman dahulu untuk mengenang kembali masa lalu. Bachtiar sendiri berharap kedepannya galery ini bisa diisi dengan lebih beragam konten. “inginnya menjadi media untuk teman-teman remaja latihan fotografi terus dipamerin disitu” harapan Bachtiar untuk galery mini lengkong kedepannya. Risty

Facebooktwittergoogle_plus

Leave a reply